Essay Argumentatif

 Jum’at Kelabu

Wina Siti Aisyah

Selasa, 12 Mei 2020 

            Dia adalah sebaik-baiknya hari. Pada hari ini Nabi Adam diciptakan, pada hari ini pula Nabi Adam dimasukkan ke dalam Surga dan hari ketika beliau dikeluarkan dari Surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari ini, yakni hari Jum’at.[1] Selain banyaknya peristiwa penting yang terjadi pada hari ini, banyak pula keutamaan-keutamaan lainnya, seperti: waktu paling mustajab berdo’a, terhindar dari siksa kubur, hari penghapus dosa, dan masih banyak lagi. Sehingga dari banyaknya keutamaan hari Jum’at, adapun amalan khusus yang hanya bisa dilaksanakan pada hari ini yaitu shalat Jum’at (terutama bagi laki-laki).

            Hukum shalat Jum’at adalah Fardhu ain bagi tiap muslim, mukallaf, laki-laki, sehat, dan bermukim. Wajibnya shalat Jum’at tertuang dalam Firman Allah SWT dalam QS. Al-Jumuah ayat 9. Pelaksanaan sholat Jum’at dilakukan secara berjama’ah dan terdapat dua khutbah didalamnya. Namun, ditengah pandemi Covid-19 untuk meminimalisir dan memutus rantai penyebaran virus Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk bekerja, belajar dan beribadah di Rumah.

            Dua minggu berlalu setelah himbauan untuk tetap di Rumah. Shalat Jum’at di Mesjid masih tetap dilaksanakan dengan ketentuan yang berlaku seperti menjaga jarak, mencuci tangan, pakai masker, dan mengecek suhu tubuh sebelum masuk Masjid. Tapi, pada Jum’at ketiga di tengah himbauan karantina di Rumah, Masjid benar-benar ditutup.

            Tepatnya pada tanggal 3 April 2020 Masjid Agung Garut sudah tidak melaksanakan kegiatan shalat Jum’at berjamaah bahkan gerbangnya terkunci. Pada hari itu suasana disekitar benar-benar hening, di jalan raya pun kendaraan bisa dihitung dengan jari, benar-benar menambah keheningan. Biasanya suara adzan dan khutbah saling sahut antar Masjid. Namun, beda halnya pada hari itu suara adzan terdengar samar bagaikan di ujung negri. Sedih rasanya melihat Ayah sholat sendirian di kamar. Biasanya khusyuk mendengar nasihat melalui khutbah Jum’at di tengah barisan shaf shalat yang penuh kini tinggalah sendiri ditengah keheningan.

            Shalat Jum’at berjama’ah memang wajib tetapi di tengah pandemi  menjaga diri dari kemudharatan juga penting. Selain Shalat Jum’at juga banyak sekali amalan yang bisa dilakukan. Oleh karena itu dalam beragama jangan dipersulit. Amalan yang satu tidak bisa dilaksankan maka laksanakan amalan yang lain. 



[1] Mengutip Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tentang keutamaan hari Jum’at.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Liburan Semester Yang Berkesan

Essay Deskriptif